Sunday, January 31, 2010

Menjadi teman yang baik

Menjadi teman yang baik

Ketika membaca yang ditulis oleh si penulis, saya berpikir "Kok malah menjadi teman yang baik, kita kan udah pacaran sekarang". Ternyata dia pun menjelaskan, bahwa bukan menjadi teman sepenuhnya, tetapi dalam beberapa hal kita harus bertindak seperti teman yang baik.

Hal ini sunggu mengena, dibuku itu tertulis, misalnya ketika pasangan kita berbicara bahwa dia ingin pindah tempat kerja, karena merasa kurang berkembang, pasti kemungkinan besar kita akan berkomentar "Jangan lah, tahan-tahan aja, cari kerjaan susah diluar tau". Betapa besar penolakan kita terhadap rencana pasangan kita, tetapi bayangkan dulu ketika kita masih berteman, sebagai teman yang baik kita akan saling  mendukung bukan? Kita pasti akan bilang "Waw, sungguh langkah yang besar, tetapi jika kamu yakin, ya uda gapapa.."

Banyak sekali hal yang saya alami dimana saya lupa bahwa saya sempat menjadi teman yang baik untuk nita, saya mendukung semua yang ingin dilakukan, dan saya membantu dia. Saya tidak mengatakan bahwa kita harus mendukung semua yang diingini oleh pasangan kita, tetapi bersifatlah suportif kepada keinginan dia.

Kata Pengantar

Hai semua, pada kesempatan kali ini saya membuat blog ini untuk sharing mengenai kehidupan berpasangan saya dengan pacar saya (Nita), yang mungkin belum terlalu sempurna, dimana kami masih sering dilanda masalah-masalah yang sebenarnya adalah masalah kecil.

Sangat sulit untuk mencari solusinya dari masalah-masalah kecil tersebut, dari mulai ketidak tepatan waktu antara kita berdua, keputusan-keputusan yang sulit dimengerti, dan lain-lain. Dari kebuntuan itu, sewaktu kami berjalan-jalan ke salah satu mall di Jakarta, dan mempir ke Gramedia, saya melihat satu buku berjudul "Don't sweat the little thing in love" karangan Richard Carlson, Ph.D. dan Kristine Carlson.

Sebelumnya Nita sudah pernah membawa salah satu buku berjudul "Don't sweat the little stuff" dan ketika melihat buku versi "in love"nya, maka saya tertarik untuk membelinya. Sedikit yang bisa saya ceritakan disini, bahwa ketika kita mendapatkan masalah atau ketika kita memandang sesuatu, maka ada kalanya kita terlalu melihat masalah tersebut sebagai masalah yang besar. Dibuku ini akan membuka pandangan kita mengenai hal-hal yang memang tidak perlu dibesar-besarkan.

Saya masih dalam proses membaca buku ini, baru sampai halaman 30an. Bagi saya buku ini cukup membuka pandangan saya mengenai pasangan, dan sudah cukup membantu saya dalam memandang masalah-masalah yang terjadi. Saya bukan staf marketing dari Richard Carlson, jadi ini murni hanya menuliskan apa yang saya baca dan menurut saya benar adanya.

Hope you enjoy this ride!